Rabu, 23 Mei 2012

Membaca Adalah Jendela Dunia dan Akherat

Saya yakin bahwa semua orang, tak terkecuali anda pembaca blog ini, mengetahui akan arti dan pentingnya membaca. Membaca adalah suatu proses mentransfer informasi yang berupa tulisan-tulisan ke dalam pikiran dan terolah secara otomatis menjadi sebuah pengetahuan. Ketika Nabi Muhammad SAW hendak diangkat menjadi Rosul Allah, firman Allah pertama kali yang disampaikan pada beliau adalah perintah untuk membaca. Jadi dengan membaca maka pengetahuan manusia akan bertambah, keterampilan akan semakin meningkat dan tentu saja kesuksesan akan semakin mudah diraih.
Membaca Adalah Jendela Dunia
Nabi juga bersabda dalam sebuah hadits, barang siapa mau sukses di dunia maka wajiblah tahu ilmunya. Mau sukses dalam sebuah bisnis seperti bisnis online atau bisnis internet maka harus tahu serta paham secara mendalam tentang bisnis online. Anda jangan berharap akan sukses dalam bisnis online jika anda tidak pernah atau malas belajar. Sukses itu memerlukan proses. Tidak langsung “abra kadabrah” otomatis sukses datang. Jadi untuk sukses anda perlu ilmu. Untuk mendapatkan ilmu maka anda harus membaca. Jika ingin sukses dalam bisnis Adsense, maka carilah ilmunya dengan cara banyak membaca tips-tips dari para master/blogger yang telah berpengalaman dalam bisnis Google Adsense.
Membaca Adalah Jendela Akherat
Selanjutnya sabda Nabi, barang siapa mau sukses di akherat ( bahagia di akherat ) maka wajiblah tahu ilmunya. Hidup tidak hanya di dunia. Ada hidup juga setelah kematian. Hidup, lalu mati lalu hidup lagi. Hidup lagi yang terakhir adalah akherat. Mau bahagia di akherat, masuk sorga tentunya, maka jangan lupa untuk mencari ilmu tentang akherat. Untuk mendapatkan ilmu akherat, maka membaca adalah jendela. Di mana anda dapatkan ilmunya? Di Internet ada nggak ya ilmunya? Ada dong :) Silahkan searching di Google dengan kata kunci belajar ilmu agama. Maka akan banyak anda temukan web atau blog yang memaparkan dakwah tentang ilmu agama. Ilmu agama berarti ilmu akherat.
Membaca Adalah Jendela Dunia dan akherat.
Jika menginginkan keduanya, bahagia di dunia dan di akherat, maka carilah ilmu, sabda Nabi Muhammad SAW melanjutkan. Sukses dunia akherat adalah harapan kita semua. Anda dan saya, tanpa kecuali, kalau ditanya tentang kebahagiaan dunia akherat, maka jawabannya tentu “ya banget”. Kuncinya adalah ilmu. Ilmu bisa anda peroleh dengan banyak membaca. Jadi betapa besar manfaat membaca bagi kesuksesan hidup kita di dunia ini. Tanya orang sukses di bisnis Adsense, apakah anda tidak membaca apa apa untuk sukses bisnis Adsense? Saya yakin mereka akan geleng-geleng kepala dan akan berkata, saya sukses berbisnis adsense tidak spontan. Harus belajar dengan gigih dan tekun. Dan tentu saja banyak membaca.
Semoga anda bisa menyerap manfaat dari membaca artikel kali ini. Amien.

Sumber : http://muktiblog.com/pesan-hidup/membaca-adalah-jendela-dunia-dan-akherat

Keutamaan Shalat Lima Waktu

Shalat adalah aktivitas ibadah bagi ummat Islam. Shalat yang wajib dalam sehari semalam adalah shalat lima waktu. Wajib artinya bagi ummat Islam yang telah mencapai umur baligh ( 15 tahun atau telah mimpi bersenggama hingga keluar sperma ) maka harus mengerjakannya. Jika tidak mengerjakan perkara yang wajib, yaitu shalat lima waktu, maka akan mendapat siksa dari Allah SWT. Shalat lima waktu tersebut adalah Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan Shubuh. Karena shalat adalah ibadah fardhu, maka kegiatan apapun yang kita lakukan seperti blogging, kerja di kantor, membajak sawah, bahkan tidurpun, wajib ditinggalkan demi untuk melaksanakan ibadah shalat fardhu. Shalat adalah media untuk mengingat kepada Allah. Jadi aktivitas sehari-hari yang menjenuhkan tenaga dan pikiran, santaikan tenaga dan pikiran untuk sujud mengingat Allah Robbul Izzati.
Posting kali ini tiada maksud sedikitpun untuk menggurui apalagi berniat untuk membuat tersinggung siapapun. Tulisan ini saya maksudkan sebagai peringatan bagi diri saya sendiri agar bisa menjaga amanah dari Allah dan Rosulnya. Amanah yang besar dan berat. Saking pentingnya perintah shalat lima waktu, Allah memanggil langsung Nabi Muhammad dalam peristiwa Isra’ mi’roj, hari besar Islam yang rutin diperingati tiap tahun. Jadi tulisan ini sebagai referensi saya sendiri dalam menjaga dan memelihara arti dan makna penting pelaksanaan shalat. Semoga dengan tulisan ini bisa memompa semangat ibadah kepada Allah menuju jalan yang lebih baik.

Saya akan mengutip sebuah keterangan yang diambil dari Kitab Azzawajir Susunan Ahmad Bin Hajar Alhaitami ( bisa anda baca di kitab Irsyadul ‘Ibad Ila Sabilirrosyad ) tentang faedah dan keutamaan melaksanakan ibadah shalat lima waktu sebagai berikut :
Tersebut dalam sebuah hadits : Siapa yang menjaga shalat lima waktu maka Allah akan memberikan anugerah lima kemulyaan:
1. Allah akan menghindarkan orang yang menjaga shalat lima waktu dari kesempitan hidup baik di dunia ataupun akherat. Apakah kita sempit dalam urusan bisnis, urusan rumah tangga dan lain-lain? Jagalah shalat lima waktu maka Allah akan memberikan keluasan dalam segala hal.
2. Dihindarkan dari siksa kubur. Tahu kuburan khan? Yaitu tempat / rumah kita kelak bila nyawa lepas dari badan. Nah di kuburan kita akan tinggal bisa dalam suasana bahagia dan bisa dalam suasana siksa. Tergantung amalnya masing. Jika amal kita baik, maka akan bahagia. Tapi jika amal kita jelek maka sebaliknya kita akan disiksa. Dengan menjaga dan melaksanakan shalat lima waktu maka Allah akan menghindarkan kita dari siksa kubur.
3. Buku amal nanti di akherat akan kita terima dengan tangan kanan. Apa bedanya? Tentu saja jika menerima amal dengan tangan kanan, maka suatu tanda kita akan selamat. Tapi jika menerima dengan tangan kiri, apalagi menerima amal dengan punggung, maka alamat kita tidak selamat di akherat. Naudzubillah Min Dzalik. Mohon perlindungan kita kepada Allah dari hal tersebut.
4. Berjalan di atas shirat dengan secepat kilat. Setiap manusia yang berada di akherat nanti akan menyeberangi sebuah jembatan namanya Shirotol Mustaqiem. Jembatan ini sangat kecil ( dalam suatu riwayat ). Lebih kecil dari rambut kita. Apakah yang bisa kita lakukan untuk bisa selamat menyeberangi jembatan ini? Tiada lain adalah menjaga dan melaksanakan shalat lima waktu.
5. Masuk sorga tanpa hisab. Tanpa perhitungan. Shalat adalah tiang agama. Jika kita melaksanakan shalat berarti kita menegakkan agama. Jika kita tidak shalat maka berarti kita telah merobohkan agama. Begitu sabda nabi. Bila shalat kita baik dikerjakan dengan sungguh penuh khusyu’ kepada Allah, maka bisa mencegah dari perbuatan jelek dan munkar.
Itulah keutamaan shalat lima waktu bagi ummat Islam. Shalat itu sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa shalat maka hati kita akan gersang melebihi gersangnya gurun sahara. Yuk ummat Islam, jaga dan laksanakan shalat lima waktu dengan benar-benar dan sungguh-sungguh. Semoga kita mampu.

Sumber : http://muktiblog.com/pesan-hidup/keutamaan-melaksanakan-shalat-lima-waktu

Rabu, 25 April 2012

Guratan Pena KH Rahmat Abdulah


Aku Rindu

Aku rindu zaman ketika halaqoh adalah keperluan,
bukan sekedar sambilan apalagi ...hiburan …

Aku rindu zaman ketika mambina adalah kewajiban
bukan pilihan apalagi beban dan paksaan …

Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan,
bukan sekedar pelangkap pengisi program yang dipaksakan …

Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan,
bukan keraguan apalagi kecurigaan …

Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan,
bukan tuntutan, hujatan dan obyekan….

Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan
bukan su’udzon atau menjatuhkan …

Aku rindu zaman ketika kita semua
memberikan segalanya untuk da’wah ini …

Aku Rindu zaman ketika nasyid ghuroba
manjadi lagu kebangsaan…

Aku rindu zaman ketika hadir liqo adalah kerinduan
dan terlambat adalah kelalaian …

Aku rindu zaman ketika malam gerimis
pergi ke puncak mengisi dauroh
dengan uang yang cukup2
dan peta tak jelas …

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
benar-benar berjalan kaki 2 jam
di malam buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah …

Aku rindu zaman ketika pergi liqo
selalu membawa infaq, alat tulis, buku catatan
dan qur’an terjemah ditambah sedikit hafalan …

Aku rindu zaman ketika binaan menangis
karena tak bisa hadir di liqo …

Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu diketuk
untuk mendapat berita kumpul di subuh harinya …

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
berangkat liqo dengan wang belanja esok hari untuk keluarganya …

Aku rindu zaman ketika seorang murobbi
sakit dan harus dirawat,
para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya …

Aku rindu zaman itu …

Ya Rabb …
Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami …

Ya Rabb …
Berikanlah kami keistiqomahan di jalan da’wah ini …

KH RAHMAT ABDULLAH



Dakwah adalah cinta

Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan
meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu.
Berjalan, duduk, dan tidurmu.
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang
umat yg kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang
akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat
yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya
sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi
orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.
Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang
segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah
kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai
jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga
terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa
pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya
diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang
sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang
bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah
bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah
bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama
mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan
segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu
menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana
pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan
rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus
mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk
mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka.
Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda
dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar
wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar.
Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi
kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya
adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan
pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan
Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya
besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu
mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru
jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah
dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya
dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta…
Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

KH RAHMAT ABDULLAH

Kutubut Tis'ah Digital



Kutubut Tis'ah Digital merupakan ensiklopedia hadist yang berisi program komputer yang berbasis windows yaitu kitab digital yang berisi ribuan hadist dari kitab-kitab hadist yang disusun oleh 9 imam hadist terkemuka beserta hadist pendukung

link download
Kutubut_Tis'ah