Rabu, 23 Mei 2012

Cinta Sejati Dalam Islam

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.
Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?
Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.
Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik..com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).

Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari.
Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?
Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.
Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.
Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.
Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?

Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:
Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.


Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.
Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.
Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:

يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.

“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)
Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1)
Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik: Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.

Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?

Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره

“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:

كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ
Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).
Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:

حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ

Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.

Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102

“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)

Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?

Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.
Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?
Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه

“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan pada hadits lain Beliau bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.

“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.

الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)
Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)
Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.
Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.

Barokah Sholat Khusyu (Muslim)

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyu dalam sholatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna (Al-Quran: Surat Al-Mu`minun )
Rasulullah SAW bersabda : Ilmu yang pertama kali di angkat dari muka bumi ialah kekhusyuan. (HR. At-Tabrani )
Nabi Muhammad SAW dalam sholatnya benar-benar dijadikan keindahan dan terjadi komunikasi yang penuh kerinduan dan keakraban dengan Allah. Ruku, sujudnya panjang, terutama ketika sholat sendiri dimalam hari, terkadang sampai kakinya bengkak tapi bukannya berlebihan, karena ingin memberikan yang terbaik sebagai rasa syukur terhadap Tuhannya. Sholatnya tepat pada waktunya dan yang paling penting, sholatnya itu teraflikasi dalam kehidupan sehari-hari.


Ciri-ciri orang-orang yang sholatnya khusyu:

1. Sangat menjaga waktunya, dia terpelihara dari perbuatan dan perkataan sia-sia apa lagi maksiat. Jadi orang-orang yang menyia-nyiakan waktu suka berbuat maksiat berarti sholatnya belum berkualitas atau belum khusyu.

2. Niatnya ikhlas, jarang kecewa terhadap pujian atau penghargaan, dipuji atau tidak dipuji, dicaci atau tidak dicaci sama saja.

3. Cinta kebersihan karena sebelum sholat, orang harus wudhu terlebih dahulu untuk mensucikan diri dari kotoran atau hadast.

4. Tertib dan disiplin, karena sholat sudah diatur waktunya.

5. Selalu tenang dan tuma`ninah, tuma`ninah merupakan kombinasi antara tenang dan konsentrasi.

6. Tawadhu dan rendah hati, tawadhu merupakan akhlaknya
Rasulullah.

7. Tercegah dari perbuatan keji dan munkar, orang lain aman dari keburukan dan kejelekannya.

Orang yang sholatnya khusyu dan suka beramal baik tapi masih suka melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah, mudah-mudahan orang tersebut tidak hanya ritualnya saja yang dikerjakan tetapi ilmunya bertambah sehingga membangkitkan kesadaran dalam dirinya.
Jika kita merasa sholat kita sudah khusyu dan kita ingin menjaga dari keriaan yaitu dengan menambah pemahaman dan mengerti bacaan yang ada didalam sholat dan dalam beribadah jangan terhalang karena takut ria.
Inti dalam sholat yang khusyu yaitu akhlak menjadi baik, sebagaimana Rosulullah menerima perintah sholat dari Allah, agar menjadikan akhlak yang baik. Itulah ciri ibadah yang disukai Allah.
Semoga bukan hanya dibulan ramadhan kita meningkatkan kualitas sholat kita tetapi dihari sekarang, esok, lusa dan sampai Alloh SWT memisahkan Roh dari Jasad kita selama itulah kita diberikan kesempatan untuk bertaubat.

Menjelang Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan yang dilaksanakan Ummat Islam setiap tahun akan segera tiba. Tinggal beberapa bulan lagi. Bulan suci. Bulan yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Perjuangan melawan hawa nafsu lahiri dan perjuangan melawan hawa nafsu batini. Di bulan Ramadhan, Ummat Islam akan ditempa semangat iman dan ketakwaannya dalam menghadapi hawa nafsu. Ingat hawa nafsu ( yang jelek tentunya ) adalah musuh terbesar manusia. Bahkan Nabi Muhammad SAW, berperang melawan hawa nafsu adalah perang terbesar dari pada perang-perang yang lain. Karena kalau kalah melawan hawa nafsu, maka akhirnya memperbudak kita dan bahkan akan menjerumuskan ke jurang kenistaan baik di dunia ataupun di akherat. Na’udzu Billahi Min Dzalik. Kita berlindung kepada Allah dari kenistaan tersebut.
Bulan Ramadhan adalah bulan rahmat dan ampunan. Untuk itu kedatangannya merupakan kabar kegembiraan bagi ummat yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Melalui momentum ramadan keimanan dan ketakwaan kita benar-benar diuji. Karena hanya orang beriman saja yang bisa menerima kehadiran bulan ramadhan dengan penuh kerelaan dan lapang dada. Hanya yang berimanlah yang bisa menyambut bulan suci ini dengan penuh keikhlasan. Orang yang beriman dan bertakwa tentu saja akan menerima datangnya bulan rahmat da ampunan ini kegembiraan. Gembira menyambut bulan ramadhan adalah bukti dan tanda orang-orang yang beriman. Dan jangan lupa Sabda Nabi, barang siapa yang menyambut dengan gembira dan penuh keikhlasan akan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan kulitnya menyentuh bara api neraka.
Melalui momentum Ramadhan juga, diharapkan menjadi pembangkit jasmani dan ruhani kita. Dengan perut yang lapar dan rasa haus yang mendera, semoga akan membuat kita sadar akan jeritan para fakir miskin yang tidak bisa setiap hari merasakan nikmatnya makan dan minum. Masih banyak para fakir miskin di negeri ini, ratusan ribu bahkan mungkin jutaan. Masih banyak yang menderita kelaparan sementara kita dengan enaknya menikmati makanan di tengah penderitaan sahabat/tetangga/saudara kita. Bulan Ramadhan bisa menjadi cambuk bagi kita mulai memikirkan dan memperjuangkan nasib mereka. Tangan di atas tentu saja akan lebih nikmat dari pada tangan di bawah. Memberi sedekah lebih baik dari pada menerima sedekah.
Ya Allah Ya Robby. Kucurkanlah kenikmatan, ampunan, dan kasih sayangMu di bulan suci Ramadhan Nanti. Amin ya Mujibassaailiin

Sumber : http://muktiblog.com/agama/menjelang-bulan-ramadhan

Bagaimana Melatih Puasa pada Anak

Sebentar lagi insya Allah, umat Islam di seluruh dunia akan melakukan ibadah puasa bulan Ramadhan. Banyak persiapan biasanya sudah dilakukan untuk menghadapi bulan yang sangat suci ini. Untuk anda para orangtua, salah satu yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mempersiapkan buah hati anda yang masih kecil dan baru akan mulai belajar puasa.
Mengajak anak untuk berpuasa dan paham maknanya, bukan pekerjaan yang mudah. Kesuksesan mengadaptasikan anak, memerlukan persiapan sejak jauh hari. Beberapa kiat yang bisa dilakukan orang tua, untuk merancang pola pendidikan terbaik bagi putra-putrinya selama bulan Ramadhan saya akan posting berikut ini :
1. Tahap memperkenalkan
Merupakan tugas orangtua untuk menjelaskan kepada anak-anak apa arti, makna, dan manfaat berpuasa. Orangtua harus bisa melatih anak untuk berpuasa. Untuk melatih anak berpuasa tidak bisa dilakukan dengan cara paksa. Sebaiknya perkenalan dilakukan dengan cara seperti mendongeng cerita – cerita yang biasa anda lakukan. Tentu saja karena bulan Romadhan maka ceritanya berhubungan dengan puasa dan bulan ramadhan.
2. Buat suasana yang Baru

Suasana rumah yang berbeda dengan sebelumnya juga akan memberikan pengaruh semangat anak. Seperti merubah tatanan rumah, membuat ruang khusus untuk melaksanakan sholat berjamaah dan tadarus Al-Qur’an. Ajaklah anak-anak anda menghiasi ruang tersebut dengan tulisan kaligrafi dan gambar islami. Kamar tidur anak juga dapat dihias dengan tulisan hadist, motto ataupun semboyan yang akan membangkitkan semangat mereka jika nanti menahan lapar dan haus ketika puasa. Tempelkan juga target dan jadwal kegiatan yang telah disusun bersama. Ibu sebaiknya mempersiapkan bintang-bintang yang siap ditempel untuk setiap rencana yang berhasil dicapai anak. Kerjakan bersama anak agar ia termotivasi untuk mendapatkan bintang sebanyak mungkin sampai berakhir bulan Ramadhan.
3. Buatlah Perjanjian perihal jam waktu puasa
Jika anak telah “berkenalan” dengan puasa dan bulan Ramadhan, ajaklah dia berbicara, untuk menyepakati jam puasa yang akan dia jalani. Turuti apa yang dia sanggupi. Jika ia bilang sanggup sampai jam 10 pagi, maka anda tidak boleh memaksa untuk mengulur waktu yang telah disepakati tersebut. Jika ia sudah berhasil melakukannya, coba bicarakan kembali untuk menambah jam puasa ia untuk esok harinya. Begitu seterusnya. Perlu diperhatikan disini adalah, kita harus cermat dan teliti melihat kemampuan anak dan tidak memaksanya untuk menyelesaikan puasanya jika ia sudah merasa tidak sanggup. Dengan demikian anak akan merasa lebih nyaman dan menganggap puasa adalah salah satu ibadah yang menyenangkan.
4. Makanan yang bervariasi

Sang Ibu dapat memulai menyusun menu dengan gizi yang seimbang untuk anak yang sedang puasa. Mulai melatih waktu makan dari 3 kali sehari menjadi 2 kali saja. Penyusunan menu ini untuk mencegah terjadinya kekurangan zat gizi pada anak. Kecukupan gizi pada anak akan terpenuhi apabila saat berbuka dan makan sahur mereka mengkonsumsi makanan yang beragam dalam jumlah yang cukup. Siapkan makanan yang anak sukai, sehingga mereka akan lebih tertarik untuk memakannya saat waktu sahur dan waktu berbuka puasa.
5. Ajarkanlah nilai positif bulan Ramadhan
Orang tua bisa saling bekerja sama untuk menciptakan kegiatan yang positif selama bulan Ramadhan, akan tetapi tidak menguras energi si anak. Seperti menceritakan kisah – kisah para rasul dan nabi, dan makna Bulan Ramadhan itu sendiri. Berikan pemahaman yang baik, sehingga anak akan merasa nyaman dan tertarik melakukan puasa. Puasa hakikatnya melatih kedisiplinan dan kejujuran anak, untuk bangun pada saat sahur dan bersikap jujur untuk mengungkapkan jika ia tidak kuat menjalankan puasa pada waktu yang telah kita sepakati. Jadi anak tidak akan berbohong. Jangan lupa sesekali juga, ajaklah anak untuk mengikuti sahalat tarawih dan jelaskan apa maknanya. Agar dia tahu kegiatan itu hanya terjadi pada saat Bulan Ramadhan.
6. Orang tua Jangan Pelit Beri Anak Hadiah
Orang tua boleh memberikan hadiah sebagai tanda keberhasilan ia telah melewati puasa, walaupun hanya beberapa jam sampai setengah hari. Hadiah tidak harus mahal dan berupa barang. Pujian dari anda juga cukup membuat dia merasa bangga atas dirinya sendiri. Pujian yang anda berikan untuknya, akan memotivasi anak tetap berpuasa dan meningkatkan kemampuannya untuk puasa pada hari berikutnya.
Puasa pada seorang anak dapat dilakukan tetapi harus cermat memperhatikan kondisi normal psikobiologisnya. Kondisi psikobiologis setiap anak berbeda dan tidak dapat disamakan. Bila kondisi itu tidak diperhatikan maka puasa merupakan beban berat bagi mental dan fisik anak. Selanjutnya akan berakibat mengganggu tumbuh kembang anak. Bila puasa dilakukan dengan mempertimbangkan dengan cermat kondisi anak maka dapat merupakan pendidikan terbaik bagi perkembangan moral dan emosi anak.

Sumber : http://muktiblog.com/agama/bagaimana-melatih-puasa-pada-anak

Bekal Penting Menghadapi Puasa di Bulan Ramadhan

Bulan puasa sudah di ujung mata. Insya Allah seluruh ummat Islam hari senin akan melaksanakan ibadah puasa secara serentak di seluruh dunia terutama di Indonesia. Makna puasa telah sedikit saya bahas di posting sebelumnya. semoga manfaat ya. Kali ini saya ingin sharing bekal apa saja untuk bisa menghadapi bulan puasa yang penuh berkah dan rahmat Allah.

Bekal Iman dan Keyakinan

Puasa adalah sebuah perjuangan lahir dan batin. Hanya orang-orang yang beriman saja bisa melaksanakan puasa, menahan rasa haus dan lapar. Maka dalam Alqur’an firman Allah : Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu puasa sebagai telah diwajibkan kepada kaum sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertaqwa. Perintah puasa adalah panggilan iman; Wahai orang-orang yang beriman, begitu firman Allah. Jadi yang dipanggil adalah hati kita. Karena hanya dengan hati yang beriman orang bisa ikhlas melaksanakan perintah Allah, puasa. Kalau kita teliti dengan seksama secara fisik tidak ada perbedaan mendasar antara orang yang puasa dan yang tidak. Sama saja. Yang puasa kelihatan lemah lunglai karena lapar dan haus. Demikian juga orang yang tidak puasa. Maka orang yang tahu apakah manusia puasa atau tidak hanya Allah dan hati kita. Itulah puasa. Beda dengan ibadah yang lain seperti shalat. Kalau orang yang shalat dan tidak shalat pasti ketahuan bedanya

Bekal Kesabaran

Dalam melakukan ibadah wajib hukumnya untuk sabar dalam menghadapi segala bentuk cobaan apapun. Baik cobaan dari dalam diri kita atau dari luar kita. Tak terkecuali ibadah puasa. Secara lahir ( dari luar kita ) kita akan menghadapi situasi di mana merubah waktu makan kita ke waktu malam. Siang hari tidak maka dan malam hari boleh makan. Secara lahir tidak makan dan tidak minum pada siang hari merupakan sebuah cobaan. Cobaan lahir. Diperlukan kesabaran untuk tidak makan mulai imsak hingga saat berbuka puasa ( maghrib ). Menunggu saatnya tiba berbuka adalah pekerjaan yang memerlukan kesabaran. Menunggu selesainya puasa hingga akhir bulan juga merupakan pekerjaan yang harus mengedepankan kesabaran.
Sedangkan secara batin ( dari dalam diri kita ) orang yang sedang melaksanakan ibadah puasa tidak boleh melakukan hal-hal yang bisa membatalkan puasa seperti mencaci maki saudara, marah, membicarakan kejelekan saudara seiman seagama, berbohong dan lain-lain. Kalau hal tersebut maka kita tidak akan mendapatkan pahala apa kecuali hanya haus dan lapar. Seperti sabda Nabi : Banyak yang melaksanakan puasa hanya tinggal lapar dan haus.

Bekal Kesehatan

Di bulan ramadhan, jagalah kesehatan. Merubah waktu makan kita ke waktu malam dalam beberapa hari masih memerlukan adaptasi. Untuk itu diperlukan kesehatan agar kita bisa melaksanakan puasa dengan baik. Sehat adalah faktor penting agar puasa kita berjalan dengan lancar. Nabi memang bersabda : Berpuasalah maka kamu akan sehat. Tak ada salahnya juga kan kita menghadapi puasa dengan bekal kesehatan yang prima.

Sumber : http://muktiblog.com/agama/bekal-penting-menghadapi-puasa-di-bulan-ramadhan