Senin, 22 Agustus 2011

CERMIN HATI

Oleh: A. Mustofa Bisri
 
Kalau kita ingin melihat wajah kita sendiri, biasanya kita bersendiri dengan kaca ajaib yang lazim kita sebut cermin. Dari cermin itu kita bisa melihat dengan jelas apa saja yang ada di wajah kita; baik yang menyenangkan atau yang tidak, bahkan mungkin yang membuat kita malu.
Dengan cermin, kita mematut-matut diri. Barangkali karena itulah hampir tidak ada rumah yang tidak menyimpan cermin. Karena hampir semua orang ingin dirinya patut.
Tanpa bercermin kita tidak bisa melihat sendiri noda yang ada pada diri kita. Dan tanpa melihat sendiri noda itu, bagaimana kita tergerak menghilangkannya.
Di dalam Islam, ada dawuh,” Almu’minu miraatul mu’min”,” Orang mukmin adalah cermin mukmin yang lain”; “Inna ahadakum miraatu klhiihi”,” Sesungguhnya salah seorang di antara kamu adalah cermin saudaranya. Artinya masing-masing orang mukmin bisa –atau seharusnya-- menjadi cermin mukmin yang lain. Seorang mukmin dapat menunjukkan noda saudaranya, agar saudaranya itu bisa menghilangkannya.
Dalam pengertian yang lain, untuk mengetahui noda dan aib kita, kita bisa bercermin pada saudara kita. Umumnya kita hanya –dan biasanya lebih suka—melihat noda dan aib orang lain. Sering kali justru karena kesibukan kita melihat aib-aib orang lain, kita tidak sempat melihat aib-aib kita sendiri.
Di bulan suci, dimana kita bisa tenang bertafakkur memikirkan diri sendiri --dan inilah sesungguhnya yang penting—, kadang-kadang kita masih juga kesulitan untuk melihat kekurangan-kekurangan kita. Satu dan lain hal, karena kita enggan memikirkan kekurangan-kekurangan diri sendiri. Maka bercermin pada orang lain kiranya sangat perlu kita lakukan.
Seperti kita ketahui, melihat orang lain adalah lebih mudah dan jelas katimbang melihat diri sendiri. Marilah kita lihat orang lain, kita lihat aib-aib dan kekurangan-kekurangannya; lalu kita rasakan respon diri kita sendiri terhadap aib-aib dan kekurangan-kekurangan orang lain itu. Misalnya, kita melihat kawan kita yang sikapnya kasar dan tak berperasaan; atau kawan kita yang suka membanggakan dirinya dan merendahkan orang lain; atau kawan kita yang suka menang-menangan, ingin menang sendiri; atau kawan kita yang bersikap atau berperangai buruk lainnya. Kira-kira bagaimana tanggapan dalam diri kita terhadap sikap kawan-kawan kita yang seperti itu?
Kita mungkin merasa jengkel, muak, atau minimal tidak suka. Kemudian marilah kita andaikan kawan-kawan kita itu kita dan kita adalah mereka. Artinya kita yang mempunyai sikap dan perilaku tidak terpuji itu dan mereka adalah orang yang melihat. Apakah kira-kira mereka juga jengkel, muak, atau minimal tidak suka melihat sikap dan perilaku kita? Kalau jawabnya tidak, pastilah salah satu dari kita atau mereka yang tidak normal.
Normalnya, adalah sama. Sebagaimana kita tidak suka melihat perangai buruk orang lain, orang lain pun pasti tidak suka melihat perangai buruk kita. Demikian pula sebaliknya; apabila kita senang melihat perangai orang yang menyenangkan, orang pun pasti akan senang apabila melihat perangai kita menyenangkan.
Namun kadang-kadang kita seperti tidak mempunyai waktu untuk sekedar bercermin, melihat diri kita sendiri pada orang lain seperti itu. Hal ini mungkin disebabkan oleh ego kita yang keterlaluan dan menganggap bahwa yang penting hanya diri kita sendiri, hingga melihat orang lain, apalagi merasakan perasaannya, kita anggap tidak penting. Orang lain hanya kita anggap sebagai figuran dan kitalah bintang utama.
Ada sebuah hadis sahih yang sering orang khilaf mengartikannya. Hadis sahih itu berbunyi Laa yu’minu ahadukum hattaa yuhibba liakhiihi maa yuhibbu linafsihi. Banyak yang khilaf mengartikan hadis ini dengan: “Belum benar-benar beriman salah seorang di antara kamu sampai dia menyintai saudaranya sebagaimana menyintai dirinya.” Pemaknaan ini kelihatannya benar, tapi ada yang terlewatkan dalam mencermati redaksi hadis tersebut. Disana redaksinya yuhibba liakhiihi (menyintai untuk saudaranya), bukan yuhibba akhaahu (menyintai saudaranya), Jadi semestinya diartikan “Belum benar-benar beriman salah seorang di antara kamu sampai dia senang atau menyukai untuk saudaranya apa yang dia senang atau menyukai untuk dirinya sendiri”.
Artinya apabila kita senang atau suka mendapat kenikmatan, misalnya, maka kita harus –bila ingin menjadi sebenar-benar mukmin—juga senang atau suka bila saudara mendapat kenikmatan. Apabila kita senang diperlakukan dengan baik, kita pun harus senang bila saudara kita diperlakukan dengan baik. Apabila kita senang jika tidak diganggu, kita pun harus senang bila saudara kita tidak diganggu. Demikian seterusnya.
Bukanlah mukmin yang baik orang yang senang dihormati tapi tidak mau menghormati saudaranya dan tidak senang bila saudaranya dihormati. Bila pengertiannya dibalik. Bukanlah mukmin yang baik orang yang tidak suka dihina, tapi suka menghina saudaranya dan suka bila saudaranya dihina.

Kelk 2010 Portable: Create Professional Digital Arabic Calligraphy (Software pembuat kaligrafi arab)





If you are a lover of art, especially calligraphy art middle east, then this software is perfect for you. In this period, the writer or painter rather Arabic calligraphy is very rare, in a world dominated by art and electronic media. As an art, in the digital age now, more and more challenges facing the Arab calligraphy. Very few, if any, application software designed to assist the development of Arabic calligraphy, because Arabic handwriting is unique compared with Latin typo. Be thankful, existing software or software called “Kelk” artificial SinaSoft (www.kelk.ws) which is basically a Arab calligraphy software that allows you to arrange Arabic words and designs in several styles of Arabic calligraphy.This version supports silent preaching Diwani, Diwani jali, kufi, lahuri and mualla. Menus are more complete and stable. Support saves as adobe illustrator and pdf.

Download Now

Minggu, 21 Agustus 2011

Penghitung Zakat Penghasilan

Sebagai orang islam membayar zakat adalah salah satu kewajiban yang wajib di keluarkan. Zakat adalah pembersih hati kita.

Zakat (Pajak dalam Islam) adalah item ketiga dari rukun Islam. Secara harfiah Zakat berarti "Tumbuh", "Berkembang", "Menyucikan" atau "Membersihkan". Sedangkan secara terminologi syari'ah, Zakat merujuk pada aktivitas memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk orang-orang tertentu sebagaimana ditentukan.

Zakat Maal (Zakat Harta), mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak serta hasil kerja (profesi). Masing-masing tipe memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.


namun jika anda termasuk orang yang kurang tahu tentang zakat bisa menggunakan software ini..Software Penghitung Zakat.



link download


Info Wiki zakat http://id.wikipedia.org/wiki/Zakat

Sabtu, 20 Agustus 2011

Lima Keutamaan Ramadan

Mengenai keutaman saat Ramadan, Imam Ahmad meriwayatkan suatu hadis dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: Pada Ramadan umatku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan pada umat-umat sebelumnya:
Pertama, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak kesturi.
Kedua, para malaikat selalu memintakan ampunan untuk mereka hingga waktu berbuka.
Ketiga, setiap hari Allah menghiasi surga-Nya sambil berkata, hamba-Ku yang saleh ingin melepas beban dan penderitaan yang mereka rindu untuk memasukinya.
Keempat, pada bulan ini diikatlah setan-setan yang durhaka sehingga mereka tidak leluasa mencapai apa yang dapat dicapainya pada bulan lainnya.
Kelima, mereka diampuni Allah pada malam yang terakhir dari bulan itu.
Lalu para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah itu malam Lailatul Qadar?" Beliau menjawab: "Tidak karena orang yang bekerja itu akan dipenuhi upahnya manakala sudah menyelesaikan pekejaannya."
Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah SWT daripada bau minyak kesturi. Padahal, bau yang keluar dari mulut ketika perut dalam keadaan kosong merupakan bau yang tidak disenangi orang, namun di sisi Allah hal ini lebih harum dibandingkan parfum jenis apa pun.
Hal ini disebabkan bau tersebut timbul dari ketaatan beribadah kepada-Nya. Segala sesuatau yang timbul dari beribadah dan sikap menaati Allah disukai oleh-Nya dan akan diganti dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih mulia.
Tidakkah kita lihat orang yang mati syahid karena membela agama Allah? Dia akan datang pada hari kiamat dengan luka yang mengucurkan darah dan pakaian yang berlumuran darah pula, tetapi dengan aroma harum semerbak.
Kedua, malaikat memintakan ampun bagi mereka hingga mereka berbuka, sedangkan malaikat adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan di sisi-Nya, tidak pernah melanggar perintah-Nya dan selalu melaksanankan apapun yang diperintahkan-Nya. Sudah sewajarnya Allah mengabulkan permohonan mereka untuk orang-orang yang bepuasa itu, yang memang sudah diizinkan oleh-Nya.
Allah SWT mengizinkan para malaikat memintakan ampunan untuk orang-orang yang beriman dari kalangan umat Islam adalah demi menghormati mereka, meningggikan sebutannya dan menampakkan keutamaan puasa mereka.
Ketiga, Allah SWT menghiasi surga-Nya setiap hari seraya berkata hamba-hamba Ku yang saleh ingin melepas beban dan penderitaannya serta mereka sangat ingin memasukimu. Allah menghiasi surga setiap hari merupakan persiapan untuk menyambut hamba-Nya yang baik dan menambah semangat mereka agar semakin berkeinginan untuk memasukinya.
Keempat, setan diikat dengan rantai dan dibelenggu sehingga mereka tidak dapat menyesatkan hamba-hamba Allah yang saleh dan tidak bisa menghalangi mereka dari kebaikan.
Kelima, Allah SWT mengampuni seluruh dosa umat Muhammad pada akhir bulan ini apabila mereka melaksanakan apa-apa yang seharusnya mereka laksanakan, baik berupa puasa maupun shalawat sebagai suatu keutamaan dari-Nya.
Itulah beberapa keutamaan Ramadan yang bisa diraih kita yang menjalankan ibadah puasa dengan benar dan ikhlas.

Oleh : Ustad Jefri Al Buchori/Tribun News

DivX Player Plus 8.0 Full Version

The next generation of DivX video! Download DivX Plus™ Software to play DivX®, AVI, MKV, MOV and MP4 video with our media player. Or watch these videos in other popular media players like Windows Media Player or Media Player classic. Purchase DivX Pro to create your own HD DivX videos. DivX® is a digital video format that offers a high-quality viewing experience on any device or platform — from your PC to your phone to your living room TV. Over 100 million devices that support DivX video have shipped worldwide from major manufactures, including DVD players, gaming consoles, mobile phones and more. DivX® gives you the power to watch, create and share high-quality videos on your Windows or Mac computer.

DivX technology enables highly compressed video without compromising visual quality — so you can enjoy a cinematic experience on your computer, in your living room or wherever you go.
H.264 is a new standard that is poised to power the high definition video revolution by offering incredible visual quality, performance and efficiency. DivX 8 gives you all the tools you need to take full advantage of H.264 for a truly cinematic video experience.

• Convert your video, including HD files, to DivX video using DivX Converter, or create video compilations with DVD features using DivX Author
• Post a DivX video to your site using DivX Web Player
• Watch your videos, even HD videos (H.264/AAC) from the Internet, with DivX Player

DivX® technology lets you take your high-quality videos from your computer and play them in full-screen glory on your living room TV. Use one of the millions of DivX Certified® devices, such as a Blu-ray DVD player, gaming console or DivX Connected device, to watch your videos directly on your TV.
• Stream your videos, photos, music and Internet video (e.g. YouTube) to your TV with DivX Connected™
• Burn a video to disc for playback in a DivX Certified DVD player
• Copy a video to a USB drive or a SD card and watch it on a DivX Certified TV

You don't stay in one place and neither should your media. With a DivX Certified® mobile device, you can watch your high-quality DivX® videos, and even record new ones, wherever you go.
• Watch your videos anywhere your phone goes
• Shoot your own video with a DivX Certified digital camera or mobile phone
• Travel in style with video playback on any DivX Certified portable media player or in-car media player

Play
• Plays DivX video (.divx, .avi)
• Plays HD H.264 video (.mkv)
• Supports AAC and MP3 audio
• Includes DFX Audio Enhancer

Create
• One-step conversion to DivX video
• Outputs .divx ,.avi, .mkv files
• Includes DivX Plus™ HD encode profile
• Includes advanced encode settings

DivX® Pro 8 for Windows is our premium software offering, providing everything you need for a true HD experience. Utilizing our latest and greatest video technology based on H.264, the new standard for HD digital video, DivX Pro 7 lets you create HD video and play MKV videos with high-quality AAC audio. You can also play your DivX files (.divx, .avi) on millions of DivX Certified® devices today. Look for DivX Plus™ HD Certified devices later this year that will support playback of all DivX and DivX Plus files, as well as .mkv (H.264/AAC) videos from the Internet.

DivX Plus Codec Pack:
• Play high-quality videos with DivX Codec
• Watch DivX, AVI, MKV and MP4 videos in popular media players
• Stream MKV videos to your game console (using Windows 7)

DivX Plus Converter:
• Convert your videos to DivX or MKV in one step
• Create high definition MKV videos for free
• Backup personal DVDs with the additional MPEG-2/DVD Plug-in

DivX Plus Player:
• Play DivX, AVI, MKV, MP4 and MOV videos
• Transfer videos to your devices with DivX To Go
• Navigate your videos with greater speed and precision

DivX Plus Web Player:
• Watch DivX, AVI and MKV videos in your web browser
• Experience stunning 1080p video with 5.1 channel surround sound
• Enjoy multiple audio tracks and subtitles

DivX 8.0 for Windows includes:
• DivX Plus Player 8.0
• DivX Plus Web Player 2.0
• DivX Plus Converter 8.0
• DivX Plus Codec Pack 1.0
support and assistance to people in remote locations.The software can
also be used for presentations, where you can show your own desktop to a partner.
TeamViewer also is VNC compatible and offers secure, encrypted data transfer with
maximum security. TeamViewer is completely free for private use.

Mac OS X Snow Leopard Full

 Mac OS X Snow Leopard / 7,3 GB

Mac OS X operating system is most advanced in the world. Built on a solid UNIX foundation and designed towards the simple and intuitive, Mac emphasize creativity, security, interoperability and ease of use.The strength of UNIX. The simplicity of the Mac:
Mac OS X has easy to use, extremely powerful medium. Everything - from your desktop when you boot to the applications you use every day - was designed with the simple but solemn. So whether you are browsing the web, check email, or video chat with friends on a different continent general, all tasks are easy to learn and implement simple and fun to use.

Of course, making things simple requires real technology, and Mac OS X is no shortage of these technologies. Not only is built on a solid UNIX foundation has been proved over time of unparalleled stability, Mac also offers amazing performance, graphics accompanying the overwhelming support for Internet standards.

Perfectly integrated hardware and software:
By the software on every Mac is created by the same company has created a Mac, what you get is an integrated system in which everything works perfectly coordinated. The advanced technology in the operating system platform to maximize 64-bit processors with multi-GPU to bring the maximum possible performance.

Integrated iSight camera integrates seamlessly with iChat so you can start a video chat session with just one click. Mac notebooks include a sliding table supports multi-sensor hand movements. The operating system also communicates with your hardware to increase battery life by turning down the speed of the hard drive when not working, by intelligent choice between the CPU and GPU for each task, and by automatically reduce screen brightness in low light conditions.

System Requirements:
* CPU: Mac with Intel processor
* RAM: 1GB
* Storage: 10GB
* DVD drive for installation
Compatible * Internet connection for some features
* Apple's MobileMe Service. 



Single link Download

Selasa, 16 Agustus 2011

bolekah berpuasa bagi ibu hamil?

Menurut syariat Islam ibu hamil atau menyusui termasuk kelompok yang diperbolehkan meninggalkan puasa Ramadhan. Apalagi bila memang tidak kuat atau mengganggu kesehatan ibu dan bayinya. Namun diharuskan mengganti di hari-hari lain. Boleh meninggalkan puasa Ramadhan bukan berarti dilarang melakukan puasa. Jadi sebaiknya puasa atau tidak?

Boleh kok, asal bunda sehat :)

Puasa di bulan Ramadhan yang dilakukan umat Islam sesungguhnya bukan benar-benar distopnya asupan apapun ke dalam tubuh. Sebenarnya tidak banyak yang berubah selama berpuasa. Hanya jam makannya yang digeser. Secara medis ibu hamil boleh-boleh saja puasa. Apalagi jika ibu sehat-sehat saja. Pada kehamilan sehat, puasa tidak menimbulkan dampak negatif pada janin maupun pada ibu hamil. Sehat yang dimaksud secara medis adalah calon ibu tidak mengalami keluhan selama hamil dan tidak mengalami komplikasi dari penyakit yang diderita semisal hipertensi, diabetes ataupun muntah-muntah.

Hamil muda seringkali menjadi penghalang ibu untuk berpuasa. Umumnya ada asumsi bahwa janin masih sangat muda dan lemah. Jika Bunda sedang hamil muda dan mengalami mual, pusing atau susah makan selama hamil, maka keinginan untuk berpuasa sebaiknya memang dipertimbangkan lagi. Alasannya, supaya kondisi tubuh ibu yang lemah tidak semakin lemah karena berpuasa.

Pada kehamilan trimester pertama, beberapa ibu mengalami mual dan muntah-muntah. Memaksakan berpuasa hanya akan mengganggu perkembangan janin. Dalam keadaan seperti ini ? hanya sedikit sekali makanan yang bisa masuk ? ibu nyaris tidak mungkin mengimbangi kebutuhan janin hanya dengan makan sore (berbuka) dan malam hari (sahur). Apalagi kalau di waktu sahur selera makan tidak ada sama sekali. Ini akan menimbulkan kesulitan untuk memenuhi kuantitas dan kualitas gizi yang dianjurkan.

Namun apabila kehamilan muda tidak disertai masalah: nafsu makan tetap seperti sedia kala, tidak merasa mual, muntah dan Bunda memang merasa siap berpuasa, silahkan berpuasa! Sebab, kondisi janin pada awal kehamilan belum banyak terpengaruh oleh masukan makanan karena masih tertutup ari-ari.

Bagaimana dengan ibu yang memasuki hamil trimester kedua? Jika Bunda sedang hamil 5-8 bulan, secara medis tidak dianjurkan puasa,  tapi juga tidak dilarang berpuasa. Mengapa tidak dianjurkan berpuasa? Alasannya, pertumbuhan janin pada usia ini sangat tergantung asupan makanan yang dikonsumsi berbeda dengan masa sebelumnya. Tapi mengapa juga tidak dilarang? Asalkan asupan makanan cukup dan tidak mengganggu pertumbuhan janin.

Yang pasti, niatkan menjalani ibadah semata-mata karena Allah ya Bunda..

semoga bermanfaat :)


Cara Pembayaran Fidyah

Para ulama Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah sepakat bahwa fidyah dalam puasa dikenai pada orang yang tidak mampu menunaikan qodho’ puasa. Hal ini berlaku pada orang yang sudah tua renta yang tidak mampu lagi berpuasa, serta orang sakit dan sakitnya tidak kunjung sembuh. Pensyariatan fidyah disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,
وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin” (QS. Al Baqarah: 184).[1]


Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,

هُوَ الشَّيْخُ الْكَبِيرُ وَالْمَرْأَةُ الْكَبِيرَةُ لاَ يَسْتَطِيعَانِ أَنْ يَصُومَا ، فَلْيُطْعِمَانِ مَكَانَ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا

“(Yang dimaksud dalam ayat tersebut) adalah untuk orang yang sudah sangat tua dan nenek tua, yang tidak mampu menjalankannya, maka hendaklah mereka memberi makan setiap hari kepada orang miskin”.[2]
Jenis dan Kadar Fidyah
Ulama Malikiyah dan Syafi’iyah berpendapat bahwa kadar fidyah adalah 1 mud bagi setiap hari tidak berpuasa. Ini juga yang dipilih oleh Thowus, Sa’id bin Jubair, Ats Tsauri dan Al Auza’i. Sedangkan ulama Hanafiyah berpendapat bahwa kadar fidyah yang wajib adalah dengan 1 sho’ kurma, atau 1 sho’ sya’ir (gandum) atau ½ sho’ hinthoh (biji gandum). Ini dikeluarkan masing-masing untuk satu hari puasa yang ditinggalkan dan nantinya diberi makan untuk orang miskin.[3]
Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Jumhur (mayoritas ulama) berpendapat bahwa fidyah satu mud bagi setiap hari yang ditinggalkan”.[4]
Beberapa ulama belakangan seperti Syaikh Ibnu Baz[5], Syaikh Sholih Al Fauzan[6] dan Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Fatwa Saudi Arabia)[7] mengatakan bahwa ukuran fidyah adalah setengah sho’ dari makanan pokok di negeri masing-masing (baik dengan kurma, beras dan lainnya). Mereka mendasari ukuran ini berdasarkan pada fatwa beberapa sahabat di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.
Ukuran 1 sho’ sama dengan 4 mud. Satu sho’ kira-kira 3 kg. Setengah sho’ kira-kira 1½ kg.
Yang lebih tepat dalam masalah ini adalah dikembalikan pada ‘urf (kebiasaan yang lazim). Maka kita dianggap telah sah membayar fidyah jika telah memberi makan kepada satu orang miskin (yang mengenyangkan) untuk satu hari yang kita tinggalkan.[8]

Fidyah Tidak Boleh Diganti Uang
Perlu diketahui bahwa tidak boleh fidyah yang diwajibkan bagi orang yang berat berpuasa diganti dengan uang yang senilai dengan makanan karena dalam ayat dengan tegas dikatakan harus dengan makanan. Allah Ta’ala berfirman,
فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ
Membayar fidyah dengan memberi makan pada orang miskin.

Syaikh Sholih Al Fauzan hafizhohullah mengatakan, “Mengeluarkan fidyah tidak bisa digantikan dengan uang sebagaimana yang penanya sebutkan. Fidyah hanya boleh dengan menyerahkan makanan yang menjadi makanan pokok di daerah tersebut. Kadarnya adalah setengah sho’ dari makanan pokok yang ada yang dikeluarkan bagi setiap hari yang ditinggalkan. Setengah sho’ kira-kira 1½ kg. Jadi, tetap harus menyerahkan berupa makanan sebagaimana ukuran yang kami sebut. Sehingga sama sekali tidak boleh dengan uang. Karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Membayar fidyah dengan memberi makan pada orang miskin.” Dalam ayat ini sangat jelas memerintah dengan makanan.”[9]
Cara Pembayaran Fidyah
Inti pembayaran fidyah adalah mengganti satu hari puasa yang ditinggalkan dengan memberi makan satu orang miskin. Namun, model pembayarannya dapat diterapkan dengan dua cara,
  1. Memasak atau membuat makanan, kemudian mengundang orang miskin sejumlah hari-hari yang ditinggalkan selama bulan Ramadhan. Sebagaimana hal ini dilakukan oleh Anas bin Malik ketika beliau sudah menginjak usia senja (dan tidak sanggup berpuasa)[10].
  2. Memberikan kepada orang miskin berupa makanan yang belum dimasak. Alangkah lebih sempurna lagi jika juga diberikan sesuatu untuk dijadikan lauk.[11]
Pemberian ini dapat dilakukan sekaligus, misalnya membayar fidyah untuk 20 hari disalurkan kepada 20 orang miskin. Atau dapat pula diberikan hanya kepada 1 orang miskin saja sebanyak 20 hari.[12] Al Mawardi mengatakan, “Boleh saja mengeluarkan fidyah pada satu orang miskin sekaligus. Hal ini tidak ada perselisihan di antara para ulama.”[13]
Waktu Pembayaran Fidyah
Seseorang dapat membayar fidyah, pada hari itu juga ketika dia tidak melaksanakan puasa. Atau diakhirkan sampai hari terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana dilakukan oleh sahabat Anas bin Malik ketika beliau telah tua[14].
Yang tidak boleh dilaksanakan adalah pembayaran fidyah yang dilakukan sebelum Ramadhan. Misalnya: Ada orang yang sakit yang tidak dapat diharapkan lagi kesembuhannya, kemudian ketika bulan Sya’ban telah datang, dia sudah lebih dahulu membayar fidyah. Maka yang seperti ini tidak diperbolehkan. Ia harus menunggu sampai bulan Ramadhan benar-benar telah masuk, barulah ia boleh membayarkan fidyah ketika hari itu juga atau bisa ditumpuk di akhir Ramadhan.[15]
Sumber : http://ondrana.blogspot.com

Syarat - syarat Zakat

Zakat secara bahasa berarti tumbuh. Selain itu zakat berarti mensucikan.
Adapun pengertian zakat secara istilah syar’i berkaitan erat dengan dua pengertian di atas. Apabila zakat berarti tumbuh, maka ini menunjukkan bahwa jika zakat tersebut dikeluarkan dari harta, maka harta tersebut akan semakin berkembang. Atau hal ini dapat bermakna pula bahwa zakat akan semakin memperbanyak pahala kebaikan seseorang. Atau dapat bermakna pula bahwa zakat itu ada pada harta yang berkembang saja seperti pada harta perdagangan dan pertanian. Adapun jika zakat berarti mensucikan, ini berarti zakat dapat menyucikan jiwa dari sifat pelit dan dapat menyucikan dari berbagai dosa. Demikian penjelasan yang penulis sarikan dari keterangan Ibnu Hajar dalam Al Fath.[1]
Intinya, pengertian zakat secara istilah, adalah penunaian kewajiban pada harta yang khusus, dalam bentuk yang khusus, dan disyaratkan ketika dikeluarkan telah memenuhi haul (masa satu tahun) dan nishob (ukuran minimal dikenai kewajiban zakat). Zakat pun kadang dimaksudkan untuk harta yang dikeluarkan. Sedangkan muzakki adalah istilah untuk orang yang memiliki harta dan mengeluarkan zakatnya.[2]
Zakat merupakan bagian dari rukun Islam, yaitu termasuk rukun Islam yang ketiga. Islam biasa diibaratkan dalam beberapa hadits dengan bangunan. Ini menunjukkan bahwa Islam itu bisa berdiri jika ada penegaknya. Dan di antara penegaknya adalah zakat. Itu berarti jika zakat itu tidak ada, maka bisa robohlah bangunan Islam tersebut. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya; menegakkan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji; dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)
Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata, “Zakat adalah suatu kepastian dalam syari’at Islam, sehingga tidak perlu lagi kita bersusah payah mendatangkan dalil-dalil untuk membuktikannya. Para ulama hanya berselisih pendapat dalam hal perinciannya. Adapun hukum asalnya telah disepakati bahwa zakat itu wajib, sehingga barang siapa yang mengingkarinya, ia menjadi kafir.”[3]
Perlu diketahui bahwa istilah zakat dan sedekah dalam syari’at Islam memiliki makna yang sama. Keduanya terbagi menjadi dua: (1) wajib, dan (2) sunnah. Adapun anggapan sebagian masyarakat bahwa zakat adalah yang hukum, sedangkan sedekah adalah yang sunnah, maka itu adalah anggapan yang tidak berdasarkan kepada dalil yang benar nan kuat.
Ibnul ‘Arobi rahimahullah mengatakan, “Zakat itu digunakan untuk istilah sedekah yang wajib, yang sunnah, untuk nafkah, kewajiban dan pemaafan.”[4]
Syarat-Syarat Zakat
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam masalah kewajiban zakat. Syarat tersebut ada yang berkaitan dengan muzakki (orang yang mengeluarkan zakat) dan ada yang berkaitan dengan harta.
Syarat pertama, berkaitan dengan muzakki (orang yang mengeluarkan zakat): (1) islam, dan (2) merdeka. [5]
Adapun anak kecil dan orang gila –jika memiliki harta dan memenuhi syarat-syaratnya- masih tetap dikenai zakat yang nanti akan dikeluarkan oleh walinya. Pendapat ini adalah pendapat terkuat dan dipilih oleh mayoritas ulama.[6]
Syarat kedua, berkaitan dengan harta yang dikeluarkan: (1) harta tersebut dimiliki secara sempurna, (2) harta tersebut adalah harta yang berkembang, (3) harta tersebut telah mencapai nishob, (4) telah mencapai haul (harta tersebut bertahan selama setahun), (5) harta tersebut merupakan kelebihan dari kebutuhan pokoknya.[7]
Berikut rincian dari syarat yang berkaitan dengan harta.
(1) Dimiliki secara sempurna.
Pemilik harta yang hakiki sebenarnya adalah Allah Ta’ala sebagaimana disebutkan dalam sebuah ayat,

آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadiid: 7) 
Al Qurthubi menjelaskan, “Ayat ini merupakan dalil bahwa pada hakekatnya harta adalah milik Allah. Hamba tidaklah memiliki apa-apa melainkan apa yang Allah ridhoi. Siapa saja yang menginfakkan hartanya pada jalan Allah sebagaimana halnya seseorang yang mengeluarkan harta orang lain dengan seizinnya, maka ia akan mendapatkan pahala yang melimpah dan amat banyak.”[8]
Harta yang hakikatnya milik Allah ini telah dikuasakan pada manusia. Jadi manusia yang diberi harta saat ini dianggap sebagai pemegang amanat harta yang hakikatnya milik Allah.
Sedangkan yang dimaksud dengan syarat di sini adalah harta tersebut adalah milik di tangan individu dan tidak berkaitan dengan hak orang lain, atau harta tersebut disalurkan atas pilihannya sendiri dan faedah dari harta tersebut dapat ia peroleh.[9]
Dari sini, apakah piutang itu terkena zakat? Pendapat yang benar dalam hal ini, piutang bisa dirinci menjadi dua macam:
  1. Piutang yang diharapkan bisa dilunasi karena diutangkan pada orang yang mampu untuk mengembalikan. Piutang seperti dikenai zakat, ditunaikan dengan segera dengan harta yang dimiliki dikeluarkan setiap haul (setiap tahun).
  2. Piutang yang sulit diharapkan untuk dilunasi  karena diutangkan pada orang yang sulit dalam melunasinya. Piutang seperti ini tidak dikenai zakat sampai piutang tersebut dilunasi.[10]
(2) Termasuk harta yang berkembang.
Yang dimaksudkan di sini adalah harta tersebut mendatangkan keuntungan dan manfaat bagi si empunya atau harta itu sendiri berkembang dengan sendirinya. Oleh karena itu, para ulama membagi harta yang berkembang menjadi dua macam: (a) harta yang berkembang secara hakiki (kuantitas), seperti harta perdagangan dan hewan ternah hasil perkembangbiakan, (b) harta yang berkembang secara takdiri (kualitas).
Dalil dari syarat ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لَيْسَ عَلَى الْمُسْلِمِ صَدَقَةٌ فِى عَبْدِهِ وَلاَ فَرَسِهِ

Seorang muslim tidak dikenai kewajiban zakat pada budak dan kudanya.” (HR. Bukhari no. 1464)
Dari sini, maka tidak ada zakat pada harta yang disimpan untuk kebutuhan pokok semisal makanan yang disimpan, kendaraan, dan rumah.[11]
(3) Telah mencapai nishob.
Nishob adalah ukuran minimal suatu harta dikenai zakat. Untuk masing-masing harta yang dikenai zakat, ini akan ukuran nishob masing-masing yang nanti akan dijelaskan.
(4) Telah mencapai haul.
Artinya harta yang dikenai zakat telah mencapai masa satu tahun atau 12 bulan Hijriyah. Syarat ini berlaku bagi zakat pada mata uang dan hewan ternak. Sedangkan untuk zakat hasil pertanian tidak ada syarat haul, namun zakat dari pertanian dikeluarkan setiap kali panen.[12]
(5) Kelebihan dari kebutuhan pokok.
Harta yang merupakan kelebihan dari kebutuhan pokok, itulah sebagai barometer seseorang itu dianggap mampu atau berkecukupan. Sedangkan harta yang masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok, maka seperti ini dikatakan tidak mampu. Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kebutuhan pokok adalah apabila kebutuhan tersebut dikeluarkan, maka seseorang bisa jadi akan celaka, seperti nafkah, tempat tinggal, dan pakaian. [13]
Harta yang Dikenai Zakat
Beberapa harta yang para ulama sepakat wajib dikenai zakat adalah:
  1. Emas dan perak (mata uang).
  2. Hewan ternak (unta, sapi, dan kambing).
  3. Pertanian dan buah-buahan (gandum, kurma, dan anggur).
Sumber : http://ondrana.blogspot.com

Senin, 15 Agustus 2011

Doa Anjuran di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan datang menghampiri kita setelah sebelas bulan dia diperintahkan untuk mengunjungi hamba-hamba Allah yang senantiasa gigih dan istiqamah melaksanakan ibadah kepada Allah.
Bersyukurlah kepada Allah yang masih memberikan nikmat kesehatan, sehingga kita masih bisa melaksanakan berbagai rutinitas ibadah mengumpulkan pundi-pundi pahala dari setiap amal kebaikan untuk kita raih di kemudian hari.
Sungguh banyak hamba Allah yang merindukan ibadah di bulan Ramadan, tapi mereka sudah terbungkus kain kafan terbaring di dalam tanah.
Sungguh banyak hamba Allah yang ingin merasakan nikmatnya salat tarawih berjamaah, tapi mereka terbaring di rumah sakit. Dan alangkah celakanya orang yang diberikan kesehatan tapi ia tidak diberikan kerinduan dan harapan untuk bisa melaksanakan berbagai ibadah di bulan Ramadan.
Seandainya kita memiliki kerabat atau sahabat yang kita rindukan kemudian dia pergi sebelas bulan lamanya, tiba waktunya dia akan kembali dan berkumpul bersama kita. Maka pasti berbagai persiapan akan kita lakukan untuk menyambutnya. Begitupula bulan Ramadan sebagai tamu yang agung bagi setiap muslim, maka sungguh setiap muslim akan mempersiapkan penyambutan terbaik untuk menyambutnya.
Oleh karena itu Nabi menganjurkan untuk berdoa: “Allahuma bariklana fi rajab wa sya’ban wa ballighna Ramadan” (Ya Allah Ya Tuhan kami, anugerahkanlah keberkatan untuk kami pada Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami Ya Allah hingga Ramadhan (yakni panjangkan umur kami Ya Allah sehingga kami dapat bertemu dengan Ramadan), Amin.
Dalam doa tersebut kita mengharapkan mendapat berkah pada bulan Rajab dan Sya’ban tiada lain agar kita sampai pada bulan Ramahan dalam keadaan penuh berkah. Agar kita tidak menjadi orang-orang yang rugi karena tidak mendapat ampunan dari Allah SWT dan tidak masuk surga melalaui pintu Ar Rayyan.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berpuasa Ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhaan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Bukhari).
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Orang yang berbuka puasa mempunyai dua kebahagiaan yang bisa ia rasakan; kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya karena puasa yang dilakukannya.” (HR  Bukhari dan Muslim).
Mudah-mudahan kita menjadi bagian dari yang melaksanakan puasa dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah, sehingga kita mendapatkan anugerah yang paling agung yaitu bertemu dengan Allah SWT, Amin.

Oleh: P Imron Nurtsani Lc/Republika

Mp3 Nasyid UNIC

Sabtu, 13 Agustus 2011

Cyberlink PowerDVD 9

Cyberlink PowerDVD 9 is the ultimate universal media player that extends your viewing experience beyond just movies on PCs. Play any media format from any device at home or on social networks, at enhanced HD and 3D quality, all with Cyberlink PowerDVD 9

Download

Download MS Office 2010 Profesional Plus EN Portable

Jumat, 12 Agustus 2011

Windows XP sp3 Fantastic Edition

Windows XP sp3 Fantastic Edition /701MB

You do not need to use cracks and stuff, install and use if you have a licensed copy. This so-called "student" copy of XP, it is used for educational purposes and therefore it is designed for multiple installation without further contact with black-list Windows Genuine Advantage. This version of Windows XP SP3 does not require activation and is the official validation of Microsoft.
 
Download Single link (Cramit.in)

Download Mp3 Majelis Rasulullah

Solid Converter PDF To Word v.6 full


Download Solid Converter PDF to Word full version di link berikut
Solid Converter PDF to Word Full
Solid Converter PDF to Word Portable

catatan:
setelah download extract file kemudian instal aplikasinya setelah itu jalankan patch ataupun keygen dimana lokasi program terinstal...Solid Converter Pdf to Word sudah jadi full version

Rabu, 10 Agustus 2011

Download Mawarsoft Digital Furqan

Download Al Quran Digital dari Mawarsoft


























download sekarang juga

Selasa, 09 Agustus 2011

INIKAH RAMADHAN TERAKHIRKU

Andai kau tahu ini ramadhan terakhir....

Tentu siangnya engkau sibuk berzikir
Tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu.. merayu.. kepada-NYA Tuhan yang satu

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir,
Tentu sholatmu kau kerjakan di awal waktu sholat yang
dikerjakan.. sungguh khusyuk lagi tawadhu' tubuh dan
kalbu.. bersatu memperhamba diri menghadap Rabbul
Jalil... Menangisi kecurangan janji "innasolati
wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"
[sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan
matiku... Kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru
sekalian alam]

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir,
Tidak akan kau sia-siakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja di setiap
kesempatan juga masa yang terluang alunan Al-Quran
bakal kau dendang... bakal kau syairkan

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir,
Tentu malammu engkau sibukkan dengan bertarawih..
berqiamullail.. bertahajjud.. mengadu.. merintih..
meminta belas kasih "sesungguhnya aku tidak layak
untuk ke surga-MU, tapi.. aku juga tidak sanggup untuk
ke neraka-MU"

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir,
Tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang
mari kita meriahkan Ramadhan. Kita buru.. kita
cari.. suatu malam idaman yang lebih baik dari seribu
bulan.

Andai kau tahu ini Ramadhan terakhir,
Tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir
mempersiap diri.. rohani dan jasmani menanti-nanti
jemputan Izrail di kiri dan kanan.. lorong-lorong
ridha Ar-Rahman

Duhai Ilahi...
Andai ini Ramadhan terakhir buat kami,
Jadikanlah IA Ramadhan paling berarti.. paling
berseri...
Menerangi kegelapan hati kami menyeru ke jalan menuju
ridho serta kasih sayang-MU

Ya Ilahi...
Semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti.
Namun teman... Tak akan ada manusia yang bakal
mengetahui apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir
kali bagi dirinya yang mampu bagi seorang hamba itu
hanyalah berusaha.. bersedia.. meminta belas-NYA


by Yan AT

Senin, 08 Agustus 2011

Download Norton Ghost 15 full


Norton Ghost helps you back up your whole hard drive – or just selected folders – to another partition, a networked drive or an external storage device.

Creating backup copies in Norton Ghost is really easy. The program runs a step-by-step wizard the first time you launch it, which walks you through the process and provides you with all the available options.
You can configure as many different backup tasks in Norton Ghost as you need, each one of them with its own settings. The backup copies can be conveniently scheduled and restored at any time, should the worst happen. Of course, Norton Ghost lets you change any of these settings later on in the program’s configuration menu.
Norton Ghost can also create an exact copy of your hard drive (with all the existing files, programs and settings). When backing up the whole drive, Norton Ghost will also create a restoration point that will enable you to recover your system in case something goes horribly wrong.
As efficient and easy to use as it is, Norton Ghost requires just one thing: patience. Backup copies can take a long time, so you should probably leave the program running in the background while doing something else – or even better, schedule backups to take place when you don't need to use the PC.
Norton Ghost is a reliable, powerful and easy to use backup tool that prevents you from losing any important files in the case of a computer disaster.

Download Link 
Norton Ghost 15

Serial Number 
04-4408-4167-069767
07-4405-8948-447245
05-4401-6537-463076 

Minggu, 07 Agustus 2011

SAHUR

BERSAHUR adalah amalan penting pada Ramadan. Bagi mereka yang hanya mengkaji ilmu fikah akan berkata: “Oh, bersahur hukumnya adalah sunat saja.” Andai kata hukum ini dikaitkan dengan hadis sahih, kita akan menyedari betapa pentingnya sahur ini walaupun hukumnya adalah sunat.


عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَال
َقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً
Dari Anas RA, Rasulullah saw bersabda yang bermaksud : “Bersahurlah kamu kerana pada sahur itu ada berkat.” (Hadis riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmizi, Nasai dan Ibn Majah).

Melalui hadis ini, amalan bersahur dikaitkan dengan keberkatan dan keberkatan pula membawa makna rahmat, kebaikan serta restu Ilahi.

Amalan bangun sahur ini membezakan antara puasa orang Islam dengan puasa orang Yahudi dan Nasrani (ahli kitab). Hal ini disebut dalam sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang bermaksud :

عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فَصْلَ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السُّحُورِ
“Perbezaan di antara puasa kami dengan puasa ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) ialah adanya makan sahur.” Hadis riwayat an-Nasaie.

Sahur adalah satu rahmat dan berkat yang dikurniakan Allah ke atas umat Islam. Anjuran bersahur itu dapat dilihat lagi dalam hadis Nabi bermaksud: “Bersahurlah, sekalipun dengan seteguk air.” (Hadis riwayat Ibnu Hibban)

Hadis tadi menunjukkan kepentingan bersahur kepada orang yang berpuasa walaupun makan atau minum dengan sedikit saja sekalipun dengan hanya seteguk air.


Dalam hadis lain, kelebihan ke atas orang yang bersahur itu ialah seperti sabda Rasulullah bermaksud: “Sesungguhnya Allah dan malaikatnya mengucapkan selawat (berdoa dan memohon daripada Allah akan keampunan dan keredaan) ke atas orang yang bersahur.” (Hadis riwayat At-Tabrani).

عن أبي هريرة ، عن النبي صلى الله عليه وسلم : « نعم سحور المؤمن التمر »



Selain disunatkan bersahur kita juga disunatkan untuk melambatkan waktu bersahur itu kerana amalan itu dilakukan oleh utusan Allah dan sahabat. Imam Ahmad meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Sentiasa umatku dalam kebaikan selama mereka mahu bersegera berbuka puasanya dan mengakhirkan makan sahurnya.”

Melewatkan sahur bermaksud bersahur ketika menghampiri waktu Subuh.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ حَدَّثَهُ
أَنَّهُمْ تَسَحَّرُوا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ أَوْ سِتِّينَ يَعْنِي آيَةً
Dari Anas bin Malik RA bahawa Zaid bin Thabit pernah berkata: “Kami pernah bersahur bersama nabi, kemudian kami bangun untuk melakukan solat (Subuh) dan kadarnya (di antara sahur dan solat subuh) adalah menyamai bacaan 50 atau 60 ayat al-Quran. Hadis riwayat al-Bukhari

Zaid ditanya : “Berapa lama masa antara kedua-duanya (yakni antara makan sahur dan solat Subuh)?” Berkata Zaid: “Sekadar membaca 50 ayat al-Quran.” (Hadis riwayat Bukhari)

Dalam kitab Nailul Authar, disebutkan Imam Ibn Abdil Bar berkata bahawa hadis yang menerangkan kepentingan menyegerakan berbuka puasa dan melewatkan sahur semuanya bertaraf sahih dan mutawatir.

Penekanan Nabi agar sahur dilewatkan dan tidak diabaikan amat signifikan lagi saintifik kerana ia menepati waktu bersarapan pagi. Kajian menunjukkan makanan paling utama dalam masa 24 jam ialah sarapan pagi.

BBC News pada 7 Mac 2003 melaporkan, bersarapan pagi penting untuk memelihara kesihatan seseorang berbanding mengambil makanan pada waktu lain. Kajian oleh Dr Mark Pereira dan rakannya dari Pusat Perubatan Harvard, mendapati mereka yang tidak bersarapan pagi berisiko tinggi menjadi gemuk, sakit jantung dan menghidap kencing manis.

Kajian sama juga menunjukkan, mereka yang sentiasa bersarapan pagi menanggung risiko 50 peratus lebih rendah diserang masalah kesihatan berkaitan lebihan kadar gula dalam darah berbanding yang jarang bersarapan pagi. Hal ini menjadi lebih penting kepada kanak-kanak yang berpuasa. Ini kerana kesan kanak-kanak meninggalkan sarapan pagi adalah lebih negatif disebabkan tubuh mereka yang kecil.

Kajian terkini menunjukkan apabila glukosa dalam darah menurun selepas bangun tidur dan keadaan ini berterusan kerana tidak bersarapan pagi, kanak-kanak akan menghadapi masalah memberi tumpuan kepada pelajaran.

Tambahan daripada itu, satu kajian oleh Dr Theresa Nicklas dari Kolej Perubatan Baylor dan rakannya ke atas 700 pelajar di Louisiana, menunjukkan mereka yang tidak bersarapan pagi menanggung risiko dua kali ganda mengalami kekurangan zat besi dalam darah. Keadaan ini akan menyebabkan penyakit anemia (penyakit berkaitan kekurangan hemoglobin dalam darah). Hal ini dilaporkan oleh Kerry Neville dari Chicago Tribune pada 24 September 2001.

Justeru, secara umumnya, mereka yang berpuasa tanpa mengabaikan sahur, tidak akan mendapat kemudaratan daripada puasa mereka berdasarkan kajian itu. Lebih daripada itu, bersahur adalah ibadah kerana ia adalah sunnah dan waktu sahur juga masa yang dipenuhi keberkatan.

Allah berfirman bermaksud: “Katakanlah, Mahukah aku khabarkan kepadamu apa yang lebih baik daripada yang demikian itu? Bagi mereka yang bertakwa, ada syurga di sisi Tuhan mereka yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal dalamnya. Mereka juga dikurniakan isteri-isteri yang suci serta mendapat keredaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Iaitu) orang yang berdoa, Ya Tuhan kami sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa kami dan peliharalah kami daripada seksa neraka. (Merekalah) orang yang sabar, yang benar, yang taat, yang menafkahkan hartanya di jalan Allah dan yang memohon ampun pada waktu sahur.”
(Surah Ali Imran, ayat 15 hingga 17)


“Perbezaan di antara puasa kami dengan puasa ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) ialah adanya makan sahur.” Hadis Riwayat Muslim

“Bersahurlah, sekalipun dengan seteguk air.” (Hadis riwayat Ibnu Hibban)

“Sesungguhnya Allah dan malaikatnya mengucapkan selawat (berdoa dan memohon daripada Allah akan keampunan dan keredaan) ke atas orang yang bersahur.” (Hadis riwayat At-Tabrani).

takes from tayibah.com

Download Mp3 Nasida Ria

Jumat, 05 Agustus 2011

HAL HAL YANG MENUTUP FITRAH DAN KESUCIAN HATI

  1. PRASANGKA NEGATIF
Prasangka negative merupakan salah satu penyakit hati yang mengakibatkan seseorang selalu bersikap defensive, tertutup dan beranggapan semua orang adalah musuh yang berbahaya, curiga cendrung menahan informasi dan tidak mau bekerja sama. Akibatnya akan mengalami kerugian tersingkir dari sosial banyak peluang yang terlewatkan tidak mampu bekerjasama dengan orang lain. Sebenarnya orang berprasangka mempunyai musuh terbesar dari dirinyha sendiri.
Hindari berprasangka negative selalu berprasangka dan berpikiran positif terhadap orang lain, hal ini akan mendorong lingkungan untuk terbuka dan saling dorong untuk keberhasilan, bersikap terbuka.
“Kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan semata sungguh dugaan tidak berguna sedikitpun melawan kebenaran, sungguh Allah mengetahui segala yang mereka lakukan” QS Yunus : 36

  1. PRINSIP PRINSIP HIDUP YANG SALAH
Mengikuti prinsip prinsip hidup selain berprinsip kepada yang satu Allah yang maha abadi akan mengakibatkan kita buta hati, berpotensi menghancurkan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Berprinsiplah hanya kepada Allah yang Maha Abadi
“Jika Allah mengetahui dalam diri mereka ada kebaikan tentulah dijadikan Nya mereka mendengar, tetapi sekalipun Allah menjadikan mereka mendebngar mereka akan berbalik dan berpaling juga” QS Al anfaal : 23

  1. PENGALAMAN YG MEMBELENGU PIKIRAN
Pengalaman hidup kejadian yang pernah dialami sangat berperan membentuk opini terhadap sesuatu masalah yang berpotensi merugikan diri sendir banhakan lingkungan. Berpikirlah merdeka, bebaskan diri dari pengalaman yang membelengu pikiran.
“Dalam hatinya ada penyakit dan Allah menambah penyakit itu, mereka beroleh azab yang sangat pedih dan menyakitkan disebabkan karena mereka berdusta”QS Al Baqarah : 10

  1. KEPENTINGAN DAN PRIORITAS PRIBADI
Kepentingan sangat bersifat diri sendiri, prioritas bersifat makro, hanya memkirkan kepentingan pribadi tanpa memperhatikan prititas akan mengakibatkan hati jadi tertutup untuk melihat hal hal yang berada di luar dirinnya menjadi egois dan mengakibatkan kerugian jangka panjang.
Prinsip hidup melahirkan kepentingan dan kepentingan melahirkan prioritas. Oleh sebab itu untuk melatih kepekaan terhadap prioritas maka kita harus berprinsip hanya kepada Allah dan selalu berpikir melingkar menggunakan 99 suara hati.
“Hai orang beriman bertakwalah pad Allah hendaklah setiap orang memperhatikan perbuatannya sebagai persediaan untuk hari esok bertakwalah pada Allah Sungguh Allah tahu benar apa yang kamu lakukan”QS surat Al Hasyr “: 18

  1. PENGARUH SUDUT PANDANG YANG SALAH
Sudut pandang yang salah terhadap suatu persoalan mengakibatkan orang akan buta hati dan cendrung memperturutkan hawa nafsu saja dan berprinsip pada hal yang selain Allah.
Oleh karena itu lihatlah semua sudut pandang secara bijaksana berdasarkan suara suara hati yang bersumber dari asmaul husna.
“hai orang beriman tegakkan keadilan sebagai saksi karena Allah dan janganlah kebencian orang mendorong kamu berlaku tidak adil, berlakulah adil itu lebih dekat kepada takwa bertakwalah pada Allah sungguh Allah tahu benar yang kamu lakukan”. QS Al maidah:8

  1. PENGARUH PEMBANDING
Dalam menentukan keputusan seringkali kita menggunakan pembanding yang sebenarnya belum tentu benar, akibatnya keputusan yang kita buat selalu bersifat subyektif.
Oleh karena itu sebelum mengambil suatu keputusan hendaklah kita periksa pikiran kita terlebih dahulu jangan melihat sesuatu karena pikiran kita tapi lihatlah sesuatu karena apa adanya.
“Telah kami ciptakan kepada manusia dalam Al qur an ini segala macam perumpamaan tetapi manusia dalam banyak hal suka membantah “ QS Al kahfi : 54

  1. PENGARUH LITERATUR
Banyak nya literature yang kita baca dan kita pelajari mengakibatkan kita sombong dan melupakan siapa pemilik Ilmu pengetahuan yang Hakiki, akibatnya kita mengagungkan ilmu pengetahuan yang kita miliki dan lupa siap yang memberi dan meiliki ilmu pengetahuan itu.
Oleh karena itu setiap saat kita belajar sesuatu ingatlah bahwa ilmu pengetahuan adalah bersumber dari Allah yang Maha mengetahui
“ Ialah yang menciptakan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu tetapi sedikit saja kamu bersyukur” QS Almukminun : 78
Oleh karena itu untuk melindungi dan membuka God Spot Fitrah itu marilah kita berdzikir dan bertasbih mengingat kesucian Allah Subhanallah “Maha Suci Allah”. Mengingat kesucian Allah setiap hari akan membantu melihat suatu permasalahan dan peluang tanpa didasari oleh hal hal diatas. Memperbanyak dzikir dan tasbih akan melatih kita untuk membuka hati dan pikiran kita dan kembali ke fitrah manusia sebagai makhluk sempurna khalifah wakil Allah di muka bumi.
Untuk membuka hati dan pikiran kita setiap memulai sesuatu pekerjaan selalu menggunakan prisip bismillahhirahmanirrahim bekerja dan memulai sesuatu karena Allah yang maha pengasih dan penyayang.
Bekerja dengan prinsip bismillah akan menghindarkan kita dari prinsip kerja yang mengharapkan pamrih. Tidak mau bekerja sebelum tahu apa yang akan didapatkan nya, tidak ada keikhlasan . bekerja dengan prinsip bismillah adalah bekerja untuk tujuan jangka panjang mengharapkan ridho Allah.
Oleh karena itu lakukan semua pekerjaan karena Allah dan atas nama Allah dengan tulus.

Sumber : http://futureanddestiny.blogspot.com

Adab – Adab Terhadap Al-Qur’an

Setiap muslim harus meyakini kesucian Kalamulloh, keagungannya, dan keutamaannya di atas seluruh kalam (ucapan). Al-Qur’anul Karim itu Kalamulloh yang di dalamnya tidak ada kebatilan. Al-Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh Ta’ala.
Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang Muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi ShallAllohu ‘alaihi wa sallam,  yang artinya: “Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
Dalam riwayat Imam Muslim dijelaskan, yang artinya: “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya Al-Qur’an itu akan menjadi syafa’at di hari Qiyamat bagi yang membacanya (ahlinya).” (HR. Muslim).
Wajib bagi kita menghalalkan apa yang dihalalkan Al-Qur’an dan mengharamkan apa yang diharamkannya. Diwajibkan pula beradab dengannya dan berakhlaq terhadapnya. Untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al-Qur’an, di saat membaca Al-Qur’an seorang Muslim perlu memperhatikan adab-adab yang akan disampaikan pada tulisan berikut ini.
Agar membacanya dalam keadaan yang sempurna, suci dari najis, dan dengan duduk yang sopan dan tenang. Dalam membaca Al-Qur’an dianjurkan dalam keadaan suci. Namun apabila dia membaca dalam keadaan najis, diperbolehkan dengan Ijma’ umat Islam. Imam Haromain berkata; orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama. (At-Tibyan, hal.58-59).
Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca. Rasulullah ShallAllohu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Siapa saja yang membaca Al-Qur’an (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami” (HR. Ahmad dan para penyusun Kitab-KitabSunan).
Dan sebagian kelompok dari generasi pertama membenci pengkhataman Al-Qur’an sehari semalam, dengan dasar hadits di atas. Rasulullah telah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatamkan Al-Qur’an setiap satu minggu (7 hari). (Muttafaq Alaih). Sebagaimana yang dilakukan Abdullah bin Mas’ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit g, mereka mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam seminggu.
Di dalam sebuah ayat Al-Qur’an, Alloh Ta’ala menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hambaNya yang shalih, yang artinya: “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’ (QS. Al-Isra’: 109).
Agar membaguskan suara di dalam membacanya, sebagaimana sabda Rasulullah ShallAllohu ‘alaihi wa sallam, yang artinya: “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim).
Di dalam hadits lain dijelaskan: “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Maksud hadits di atas, membaca Al-Qur’an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj huruf nya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah Tajwid.
Membaca Al-Qur’an dimulai dengan Isti’adzah.Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan bila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk” (QS. An-Nahl: 98).
Apabila ayat yang dibaca dimulai dari awal surat, setelah isti’adzah terus membaca Basmalah, dan apa bila tidak di awal surat cukup membaca isti’adzah. Khusus surat At-Taubah walaupun dibaca mulai awal surat tidak usah membaca Basmalah, cukup dengan membaca isti’adzah saja.
Membaca Al-Qur’an dengan berusaha mengetahui artinya dan memahami inti dari ayat yang dibaca dengan beberapa kandungan ilmu yang ada di dalam nya. Firman Alloh Ta’ala, yang artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an, ataukah hati    mereka terkunci? (QS. Muhammad: 24).
Membaca Al-Qur’an dengan tidak mengganggu orang yang sedang shalat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang lirih atau dalam hati secara khusyu’. Rasulullah ShallAllohu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Orang yang terang-terangan (di tempat orang banyak) membaca Al-Qur’an, sama dengan orang yang terang-terangan dalam shadaqah” (HR. Tirmidzi, Nasa’i, dan Ahmad).
Dalam hadits lain dijelaskan, yang artinya: “Ingatlah bahwasanya setiap hari dari kamu munajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh mengangkat suara atas yang lain di dalam membaca (Al-Qur’an)” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Bai  haqi dan Hakim), ini hadits shahih dengan syarat Shaikhani (Bukhari-Muslim).
Jadi jangan sampai ibadah yang kita lakukan tersebut sia-sia karena kita tidak mengindahkan sunnah Rasulullah dalam melaksanakan ibadah membaca Al-Qur’an. Misalnya, dengan suara yang keras pada larut malam, yang akhirnya mengganggu orang yang istirahat dan orang yang shalat malam.
Dengarkan bacaan Al-Qur’an. Jika ada yang membaca Al-Qur’an, maka dengarkanlah bacaannya itu dengan tenang, Alloh Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan tatkala dibacakan Al-Qur’an, maka dengar kanlah dan diamlah, semoga kamu diberi rahmat” (QS. Al-A’raaf: 204).
Membaca Al-Qur’an dengan saling bergantian yang bertujuan untuk pendidikan atau mempelajari Al Qur’an. Yang mendengarkannya harus dengan khusyu’ dan tenang. Rasulullah  bersabda, yang artinya: “Tidaklah berkumpul suatu kaum di dalam rumah-rumah Alloh, mereka membaca Al-Qur’an dan saling mempelajarinya kecuali akan turun atas mereka ketenangan, dan mereka diliputi oleh rahmat (Alloh), para malaikat menyertai mereka, dan Alloh membang-ga-banggakan mereka di kalangan (malaikat) yang ada di sisiNya.” (HR. AbuDawud).
Setiap orang Islam wajib mengatur hidupnya sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan harus dipelihara kesucian dan kemuliaannya, serta dipelajari ayat-ayatnya, dipahami dan dilaksanakan sebagai konse kuensi kita beriman ke-pada Al-Qur’an.

(Sumber Rujukan: Minhajul Muslim, Fiqih Sunnah, At-Tibyan Fi Adaabi Hamlatil Qur’an)
Disalin dari: Arsip Moslem Blogs dan sumber artikel dari Media Muslim Info