Selasa, 15 November 2011

Syair Dan Puisi Jalaluddin Rumi


KEMBALI PADA TUHAN
Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.
Begitulah caranya!
Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepadaNya!
Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
kerana Tuhan, dengan rahmatNya
akan tetap menerima mata wang palsumu!
Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.
Begitulah caranya!
Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayuhlah datang, dan datanglah lagi!
Kerana Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepadaKu,
kerana Akulah jalan itu.”


jalaludin rumi

AKU ADALAH KEHIDUPAN KEKASIHKU

Apa yang dapat aku lakukan, wahai umat Muslim?
Aku tidak mengetahui diriku sendiri.
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,
bukan Majusi, bukan Islam.
Bukan dari Timur, maupun Barat.
Bukan dari darat, maupun laut.
Bukan dari Sumber Alam,
Bukan dari surga yang berputar,
Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;
Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;
Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;
Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;
Bukan dari dunia kini atau akan datang:
surga atau neraka;
Bukan dari Adam, Hawa,
taman Surgawi atau Firdaus;
Tempatku tidak bertempat,
jejakku tidak berjejak.
Baik raga maupun jiwaku: semuanya
adalah kehidupan Kekasihku …

-jalaludin rumi-




YANG TERSURAT DAN YANG DI MAKSUD
Janganlah hanya faham arti kata-kata yang tertulis dalam
Al-Quran
kerna dibawah yang tertulis terdapat erti yang tersembunyi
di bawah erti lapis kedua ada lagi erti baru,
yang menyilaukan fikiran dan pandangan

Erti keempat, kecuali Nabi, tak ada yang pernah memahami

kebesaran Tuhan, yang tiada tanding dalam Keghaiban
hitunglah erti tersembunyi itu sampai tujuh
kisah bermakna yang mengagumkan dari langit
Wahai kawan, janganlah memandang jilid Al-Quran.
Bagi setan, manusia hanyalah sepotong daging.
Bagaikan manusialah Al-Quran itu,
Bentuk lahir diluar dengan ruh diam-diam didalamnya.

Jalaluddin Rumi

0 komentar:

Poskan Komentar